Pengujian Untuk Identifikasi Serat

Posted on

Pengujian dan teknik ilmiah untuk mengidentifikasi serat tekstil

Sejumlah metode digunakan untuk karakterisasi sifat struktural, fisik, dan kimia dari serat. Berbagai metode digunakan untuk identifikasi serat seperti metode mikroskopis, kelarutan, pemanasan dan metode pembakaran, kepadatan, pewarnaan dll. Metode karakterisasi penggunaan akhir sering melibatkan penggunaan teknik laboratorium yang disesuaikan untuk mensimulasikan kondisi aktual dari pemakaian rata-rata pada tekstil. atau yang dapat memprediksi kinerja dalam penggunaan akhir.

Uji bakar serat
Uji bakar serat

Metode Identifikasi Serat

Ada berbagai jenis serat tekstil yang digunakan dalam pakaian jadi dan juga terdapat penomoran benang. Oleh karena itu perlu dipelajari metode yang berbeda untuk mengidentifikasi jenis serat tekstil yang berbeda.
Pengetahuan mengidentifikasi serat tekstil membantu produsen pakaian untuk mengidentifikasi jenis serat dan perawatan yang harus dilakukan dalam menjaga kain yang terbuat dari jenis serat tertentu. Ini merupakan faktor penting untuk pelabelan garmen, yang termasuk menentukan kandungan serat dalam garmen.
Ada berbagai pengujian yang dapat digunakan untuk identifikasi serat tekstil seperti uji pembakaran, uji mikroskopis, uji kelarutan, uji optik, uji densitas, dll. Kami akan membahas pengujian dasar seperti uji pembakaran, feeling, mikroskopik dan kimia untuk mengidentifikasi serat tekstil.

Uji nonteknis tidak memerlukan peralatan atau pengaturan khusus untuk identifikasi serat. Metode nonteknis yang berbeda untuk mengidentifikasi serat tekstil adalah:
• Uji feeling
• Uji Pembakaran

Pengujian dibawah ini berguna dan sederhana untuk dilakukan dan juga menyediakan identifikasi siap dalam keadaan tertentu.
• Identifikasi Mikroskopik: banyak Identifikasi serat alami dimungkinkan dengan menggunakan mikroskop
• Kelarutan: Struktur kimia polimer dalam serat menentukan karakteristik kelarutan dasar serat
• Karakteristik Pemanasan dan Pembakaran: Reaksi serat terhadap panas dari api adalah panduan yang berguna dalam identifikasi serat.
• Kepadatan atau Berat Jenis: Kepadatan serat dapat digunakan sebagai bantuan dalam identifikasi serat
• Pewarnaan: Serat memiliki perbedaan karakteristik pencelupan dan afinitas tergantung pada struktur kimia dan morfologi serat.

Karakterisasi Struktur, Fisik dan Kimia

Sejumlah metode digunakan untuk karakterisasi sifat struktur, fisik, dan kimia dari serat.
• Mikroskop Optik dan Elektron: Mikroskop optik (OM) telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai metode yang dapat diandalkan untuk menentukan morfologi kasar suatu serat dalam pandangan longitudinal serta penampang melintang.
• Analisis Unsur: Analisis kualitatif dan kuantitatif dari unsur-unsur dan kelompok-kelompok kimiawi dalam serat dapat membantu identifikasi dan karakterisasi serat.
• Spektroskopi Inframerah: Spektroskopi inframerah adalah alat yang berharga dalam menentukan gugus fungsi dalam serat
• Spektroskopi Visible Ultraviolet: Spektrum Visible Ultraviolet dari serat, pewarna, dan proses penyempurnaan dapat memberikan petunjuk tentang struktur bahan-bahan ini, serta menunjukkan sifat transisi elektronik yang terjadi di dalam material sebagai cahaya diserap dalam berbagai panjang gelombang.
• Spektroskopi Resonansi Magnetik Nuklir: Spektroskopi resonansi nuklir (NMR) dapat mengukur magnitudo relatif dan arah (momen) orientasi putaran inti atom individual dalam polimer pada serat dalam larutan dengan medan magnet intensitas tinggi.
• Difraksi Sinar X: Sinar X yang terdifraksi atau dipantulkan dari bahan polimerik kristal atau semikristalin akan memberikan pola yang berkaitan dengan daerah kristal dan amorf dalam suatu serat.
• Analisis Termal: Perubahan fisik dan kimiawi pada serat dapat dilihat dengan mengukur perubahan pada sampel kecil serat yang dipanaskan pada tingkat yang stabil selama rentang suhu tertentu dalam atmosfir inert seperti nitrogen.
• Penentuan Berat Molekul: Metode penentuan berat molekul memberikan informasi mengenai ukuran rata-rata dan distribusi molekul polimer individual yang membentuk serat.
• Pengukuran Unsur Mekanis dan Tensil: Pengukuran mekanis dan tarik untuk serat mencakup tenacity atau kekuatan tarik, mulur, pemulihan dari mulur, kekakuan (gaya relatif yang diperlukan untuk menekuk serat), dan pemulihan dari tekukan.
• Spesifik Gravity: Berat jenis serat adalah ukuran densitas serat dalam kaitannya dengan kerapatan volume air yang sama, dan memberikan metode untuk mengaitkan massa per satuan volume serat yang diberikan dengan serat lainnya
• Sifat Lingkungan: Sifat lingkungan termasuk sifat-sifat fisik yang berhubungan dengan lingkungan di mana serat ditemukan. Moisture regain, kelarutan dalam pelarut, konduktivitas panas, efek fisik dari panas, dan sifat listrik tergantung pada kondisi lingkungan sekitarna pada serat
• Sifat Kimia: Sifat kimiawi dari serat termasuk efek dari bahan kimia termasuk asam, basa, oksidator, reduktor, dan agen biologi seperti jamur dan lumut pada serat dan perubahan kimia yang dipicu oleh cahaya dan panas di dalam serat.

Karakterisasi Untuk Penggunaan Akhir (End User)

Metode karakterisasi end-use sering melibatkan penggunaan teknik laboratorium yang disesuaikan untuk mensimulasikan kondisi aktual dari pemakaian rata-rata pada tekstil atau yang dapat memprediksi kinerja dalam penggunaan akhir. Metode penggunaan akhir biasanya merupakan standar sukarela atau wajib yang dikembangkan oleh organisasi uji atau perdagangan atau oleh lembaga pemerintah. Organisasi yang terlibat dalam pengembangan standar untuk penggunaan akhir tekstil meliputi berikut:
Karakterisasi pengguna akhir ditentukan pada aspek-aspek berikut:
• Karakteristik Terkait Identitas, Estetika, dan Kenyamanan: Serat dikenal dengan nama umum, generic, dan nama dagang. UU Identifikasi Produk Serat Tekstil, yang dikelola oleh Federal Trade Commission, membentuk nama generik untuk semua kelas utama serat berdasarkan pada struktur serat.
• Karakteristik yang Berhubungan dengan Ketahanan dan pemakaian: Masa manfaat suatu kain tergantung pada sejumlah faktor diantaranya, termasuk kekuatan, peregangan, pemulihan, dan ketahanan abrasi dari serat serta ketahanan robek dari kain yang terbuat dari serat tersebut.
• Karakteristik Fisik dan Kimia serta Respon Serat terhadap Lingkungan sekitar: Karakteristik fisik dan kimia dari serat mempengaruhi sejumlah sifat penting penggunaan akhir:
o Efek panas (fisik dan kimia) pada serat, termasuk suhu penyetrikaan yang aman dan mudah terbakar,
o Pembasahan dan pembersihan tanah dari serat, termasuk pencucian, pembersihan kering, pencelupan serat dan tahan luntur, serta
o Resistensi kimia, termasuk resistensi terhadap serangan oleh bahan kimia rumah tangga dan gas atmosfer, khususnya paparan sinar matahari.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *