Proses Bleaching Serat Sutera

Posted on

Warna alami yang terdapat dalam serat sutera berhubungan terutama dengan sericin dan karenanya akan dihilangkan selama degumming. Warna alami dari sutera dapat terdiri dari pigmen warna kuning, hijau dan coklat. Namun pigmen residual akan teradsorpsi oleh fibroin dan karenanya kain sutra yang terbuat dari sutra mentah kuning setelah degumming tidak memiliki warna yang benar-benar putih tapi memiliki warna krem.

Proses Bleaching Sutera

Proses pemutihan dapat didasarkan pada reduktor atau oksidator.

Bleaching reduktif

Pereduksi utama yang digunakan adalah Sulfur dioksida, natrium hydrosulphite dan natrium atau seng sulphoxylate formaldehida. Bahan yang diputihkan dengan zat reduktif cenderung di reoksidasi sehingga warna asli dapat muncul kembali. Oleh karena itu Oksidatif Bleaching paling banyak dipilih.

Oksidatif Bleaching

Zat oksidatif yang digunakan adalah

  1. Kalium permanganat,
  2. Sodium perborate,
  3. Natrium peroksida
  4. Hidrogen peroksida.

Hidrogen peroksida adalah zat pemutihan yang paling banyak digunakan. resep bleaching yang dapat digunkan yaitu:

  1. Waktu 2 sampai 4 jam pada suhu 70 ° C
  2. Atau 1 sampai 2 jam pada suhu 80 hingga 85 ° C,
  3. Gunakan 10 sampai 15 ml / l hidrogen peroksida (35% larutan),
  4. Dan 1 g / l EDTA (30% larutan)
  5. Dan 3 g / l natrium pirofosfat untuk pH 9,
  6. Diikuti oleh pembilasan menyeluruh.

Bleaching berdasarkan Klorin seperti bubuk bleaching sodium hipoklorit dan natrium klorit, umumnya tidak digunakan karena zat ini cenderung mengklorinkan (chlorinate) fibroin tersebut.

2 thoughts on “Proses Bleaching Serat Sutera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *