Sumber Serat dan Komposisi Kimia Serat

Posted on

SUMBER SERAT SELULOSA:

Klasifikasi serat menurut sumber selulosa dapat dilihat di bawah ini.

  1. SERAT DARI RAMBUT BIJI:

Rambut biji seperti kapas mengandung selulosa dengan zat non selulosa yang sangat sedikit (4-12%). Hal ini membuat pemurnian lebih sederhana daripada sebagian besar serat selulosa lainnya. Serat biji lainnya adalah kapuk dan kapas bombax. Serat ini mengandung 55-65% selulosa.

  1. SERAT BATANG:

Serat batang adalah serat panjang yang berasal dari kulit luar berbagai tanaman. Diantaranya termasuk FLAX, HEMP, JUTE, RAMIE, KENAF, dll. Serat tersebut menyatu dengan getah alami dalam struktur tanaman. Kemudian Serat dipisahkan dari getah tersebut dan proses umumnya dikenal sebagai DEGUMMING atau RETTING.

  1. SERAT DAUN:

Banyak serat selulosa seperti SISAL, HEMP, MANILA juga diperoleh dari daun tanaman. Serat tersebut memanjang secara longitudinal pada daun dan memberikan kekuatan pada daun. Serat tersebut tertutup dalam jaringan daun dan dapat dipisahkan dari jaringan dengan cara membuangnya karena tidak ada ikatan antara serat dan jaringan. Proses ini dikenal sebagai DEKORTIFIKASI.

  1. SERAT KULIT ATAU BUAH:

Kulit kelapa, sirih, dan kelapa yang melindungi buah untuk PERTUMBUHAN dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai serat. Setelah penghilangan buah, kulitnya dapat diekstrak, dibilas, dan diproses.

Klasifikasi serat tekstil

SUMBER SERAT PROTEIN:

NoSeratSumber
1WoolDomba
2MohairKambing Anggara
3CashmereKambing Cashmere
4Bulu UntaUnta
5Bulu KelinciKelinci
6Rambut kudaKuda
7Alpaca, ilamaIlama

 

Jenis serat protein lain dihasilkan dari larva ulat saat kepompong terbentuk.

 

SUMBER-SUMBER SINTETIS:

Sumber utama pembentukan serat sintetis adalah:

  •     PETROLEUM
  •     SIMPANAN GAS ALAMI
  •     BATU BARA

KEUNTUNGAN:

  •     Resistensi tinggi terhadap bahan kimia
  •     Resistensi tinggi
  •     Kemudahan terbakar rendah
  •     Elastisitas tinggi dan sangat tahan terhadap distorsi dan kusut.
  •     Resistensi yang tinggi terhadap abrasi.

 

EKSTRAKSI DAN MONOMER KIMIA:

NoKimiaMonomer
1.MethaneVinyl Chloride

Vinyl Acetate

Acrylonitrile

Hexamethylene Diamine

2.EthaneVinyl Chloride
3.EthyleneEthylene

Ethylene Glycol

Vinyl Chloride

Acrylonitrile

Hexamethylene Diamine

Styrene

4.PropylenePropylene

Acrylonitrile

5.Proprane/ButaneEthylene

Propylene

6.ButadieneHexamethylene Diamine
7.BenzeneAdipic Acid

Hexamethylene Diamine

Caprolactum

8.PhenolTerephathalic Acid

Hexamethylenediamine

 

KLASIFIKASI POLIMER:

NoKarakteristik MonomerTipe Polimer
1.Functionality Of The MonomerLinear Polymer, Branched Polymers, Or Cross Linked Polymers.
2.Chemical Characteristic Of The MonomersAddition Polymers Or Condensation Polymers.
3.Chemical Groups Present In Condensation PolymersPolymer Named As Per The Chemical Group E.G Polyamides, Polyethylene
4.No. Of Monomers UsedHomo-Polymer Or Co-Polymer

 

Karakteristik utama polimer pembentuk serat:

  • Fleksibilitas
  • Massa Molekul
  • Konfigurasi
  • Kristalinitas
  • Orientasi

 

Metode Pemintalan (Spinning) untuk berbagai polimer:

NoMethod Of SpinningPolymerChemical Nature
1.Melt SpinningNylon

Polyester

Polyethylene

Polypropylene

Polyamide

Poly(Ethylene Terephtalate)

Ethylene Homo And Co-Polymer

Propylene Homo And Copolymer

2.Dry SpinningCell

Acetate Vinyon

Acetylated Cellulose

Vinyl Chloride And Vinyl Acetate Co-Polymer

Poly(Acrylonitrile)

 

3.Wet SpinningViscose

Casein

Acrylin

Vinylon

Pvc

Cellulose

Protein

Poly(Acrylonitrile)

Polyvinyl Alcohol

Polyvinyl Chloride

 

METODE KEPADATAN (DENSITY):

Kristalinitas volume fraksi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:

Xv (%) = do-da / dc-da * 100

dimana,

Xv = adalah kristalinitas volume fraksi.

do = kepadatan sampel eksperimental.

dc = densitas area kristal murni.

da = kepadatan daerah amorf murni.

Kristalinitas massa fraksi dapat diukur dari informasi volume spesifik. Persamaan ini adalah:

Xm (%) = Va-Vo / Va-Vc * 100

dimana,

Xm = adalah kristalinitas massa fraksi.

Vo = volume spesifik sampel percobaan.

Va = volume spesifik area amorf murni dan

Vc = volume spesifik area kristal murni.

Persamaan ini dapat dimodifikasi dalam hal kepadatan sebagai V = 1 / D

Xm (%) = dc / da * do-da / dc-da * 100

dimana,

dc = kepadatan area kristal murni.

da = kepadatan daerah amorf.

 

Kepadatan area kristal dan amorf murni:

NoFibersDc(G/Cc)Da(G/Cc)
1.Polyethylene1.0000.852
2.Polypropylene0.9370.854
3.Poly(Ethylene Terephthalate)1.4551.335
4.Poly(Butylene Terephthalate)1.3961.280
5.Polyamide 61.2301.089
6.Polyamide 6.61.2201.069

 

Panjang Staple Serat Katun Komersial:

Sr.NoCommercial CottonStaple Length
1.Sea Island CottonAround 5 cm
2.Egyptian CottonBetween 3.7-4.5 cm
3.Brazilian CottonBetween 3-4 cm
4.American CottonBetween 2.5-3.5 cm
5.Indian CottonBetween 2-3 cm
6.China CottonBetween 1.5-2 cm Only

 

Komposisi Kimia Serat Katun Kering:

Sr.NoChemicalsComposition (%)
1.Cellulose88-97%
2.Protein1-2%
3.Oil And Wax0.4-1.5%
4.Pectins0.4-1.5%
5.Minerals0.7-1.6%
6.Others0.5-8.0%

 

Komposisi Kimia Penting Serat Tanaman:

Sr.NoFibersCelluloseHemicelluloseLigninPectinWaxAshOthers
1.1.Seed Hair Fibers:

Cotton

Kapok

 

 

93.0

64.0

 

 

2.6

23.0

 

 

 

13.0

 

 

0.9

23.0

 

 

0.6

 

 

1.2

 

 

1.7

2.Bast Fibers:

Jute

Flax

Hemp

Ramie

 

 

71.5

71.2

74.4

76.2

 

 

13.3

18.6

17.9

14.6

 

 

13.1

2.2

3.7

0.7

 

 

0.2

2.0

0.8

2.1

 

 

0.6

2.3

0.8

0.3

 

 

1.0

1.3

 

 

 

0.3

2.6

2.3

6.1

3.Leaf Fibers:

Sisal

Pineapple

/Manila Hemp

 

73.1

 

70.2

 

13.3

 

21.8

 

11.0

 

5.7

 

0.9

 

0.6

 

0.3

 

0.2

 

1.4

 

1.5

4.Husk Fibers:

Coir

 

44.2

 

0.8

 

45.8

 

4.0

 

5.2

 

DURASI WAKTU DEGUMMING / RETTING SERAT:

Serat Jute

Sr.NoProcessDuration
1.Dew Retting7-15 Days
2.Stagnant Water Retting10-20 Days
3.Running Water Retting22-30 Days
4.Chemical Retting6-8 Days
Serat Flax:
Sr.NoProcessDuration
1.Dew Retting10-20 Days
2.Stagnant Water Retting30-40 Days
3.Running Water Retting20-30 Days

TEXTILE FIBER DENSITIES:

Sr.NoTextile FibersFiber Densities (g/cm3)
1.Cotton1.54
2.Flax1.50
3.Jute1.50
4.Wool1.30
5.Silk1.60
6.Polyester1.22
7.Viscose1.53
8.Cuprammonium1.53
9.Polyurethane1.15
10.Polypropylene0.90
11.Polyethylene0.92
12.Nylon 61.13
13.Nylon 661.14
14.Acrylic1.14-1.17
15.Polyvinyl Alcohol1.30

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *